SUDAHKAH ANDA BERBAGI??

Sutra Tentang Berkah Utama (33)
~ Luang Por Dettajaevo

BERKAH KE 15:
KEDERMAWAN
Kedermawanan adalah titik awal dari semua kebaikan. Ia adalah senjata melawan keserakahan.

Banyak yang mengatakan kemiskinan adalah sumber dari banyak kesengsaraan. Ketika Anda miskin, sulit untuk memikirkan apa pun selain bertahan hidup. Kemiskinan membuat individu tidak bisa sepenuhnya melakukan perbuatan baik. Kemiskinan bahkan dapat memaksa seseorang untuk melanggar aturan moral agar dapat bertahan hidup — seperti membunuh hewan untuk makanan, mencuri uang untuk membeli obat-obatan, berbohong untuk keluar dari masalah, dsb.

Menurut Hukum Karma, jika kita memberikan kebahagiaan orang lain melalui kemurahan hati kita, pada gilirannya kita akan mendapatkan kebahagiaan dan kenyamanan . Kedermawanan adalah batu loncatan yang membebaskan kita dari kemiskinan. Sesuai dengan hukum karma, semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita akan menerima.

Orang mungkin berpendapat bahwa konsep ini bertentangan dengan logika praktis. Bagaimana seseorang bisa diharapkan untuk bermurah hati ketika tidak memiliki apa-apa untuk diberikan? Ini mungkin benar jika kebajikan diukur dengan nilai moneter dari objek pemberian saja. Tapi bukan demikian cara kerjanya. Tingkat kebajikan yang diperoleh juga berkaitan dengan kemurnian niat, jumlah upaya yang diberikan, dan nilai pemberian dibanding dengan kondisi keuangan si pemberi. Hadiah sebesar Rp. 5 ribu,- dari seorang petani miskin jika dilakukan dengan kemurnian kebaikan dan kekuatan niat bisa bernilai lebih baik daripada Rp. 1 juta dari seorang kaya dengan kemurnian dan niat yang lebih rendah.

PEMBERIAN YANG PANTAS
Memberi bisa dalam bentuk materi, seperti uang, makanan, dan pakaian; atau dalam bentuk non-material, seperti layanan amal, pengetahuan Dharma, dan merawat seseorang. Pengampunan juga merupakan bentuk amal.

Tidak semua pemberian memberikan kebajikan yang sama. Memberi makanan kepada seseorang mendapatkan pahala yang lebih besar daripada memberi kepada binatang. Memberikan bantuan kepada orang yang saleh menghasilkan jasa yang lebih besar daripada memberikan bantuan kepada orang yang tidak jujur. Memberi dengan harapan mendapatkan sesuatu sebagai imbalan, memberi karena takut, memberi untuk mendapatkan bantuan di masa depan, atau memberi untuk mendapatkan popularitas adalah bentuk-bentuk memberi yang menghasilkan jasa terbatas. Memberi pengetahuan Dharma dianggap sebagai bentuk memberi yang paling berjasa. Kebijaksanaan Dharma membantu seseorang menjalani kehidupan dengan cara yang paling bermanfaat. Tidak seperti bentuk pemberian lain yang dapat menghancurkan atau mengurangi nilainya, Dharma adalah kekayaan spiritual yang tahan lama dan tetap bersama orang itu tanpa batas.

Objek paling umum yang layak diberikan adalah empat kebutuhan pokok, yaitu makanan, tempat tinggal, pakaian, dan obat-obatan. Objek yang merusak kesejahteraan fisik dan mental seseorang harus dihindari. Ini termasuk semua minuman keras, senjata, racun, materi pornografi, teman seksual, dan bentuk hiburan yang merusak kualitas pikiran.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai