Sejarah Masjid Al-Mubarok

Karawang, kuswadidutasarana.art.blog – Masjid Al-Mubarok beralamat lengkap di Jl. May Jend. Supeno No.76, Gerekan, Kacangan, Berbek, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur 64473, Menurut sejarah, masjid ini didirikan oleh Bupati pertama Kabupaten Nganjuk, Raden Toemenggoeng Sosrokoesoemo 1. Warga Nganjuk mengenalnya dengan julukan “Kanjeng Jimat. Entah dari mana datangnya, sebutan itu. Sebagian besar masyarakat mengenalnya juga sebagai orang sakti.
Masjid Almubarok juga di kenal dengan nama Masjid Yoni Al-Mubarok di beri tambahan yoni di depan nama Almubarok karena menurut Cerita dari takmir masjid, dahulu daerah beradanya Masjid Al-Mubarok ini dinamai sebagai Kabupaten Kuto Toyo Merah. Saat itu masih kental unsur animismenya. Bahkan masih terdapat yoni, salah satu benda yang dikeramatkan, dan berada di dalam Masjid Al-Mubarok ini. Sehingga orang juga menambahi namanya sebagai Masjid Yoni Al-Mubarok.
Kemudian menyebar pula agama Hindu di kalangan masyarakat saat itu. Karena tercatat Nganjuk sempat menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Majapait.
Kemudian salah seorang utusan dari Keraton Demak Binotoro, Pangeran Singosari, datang dan menduduki Kuto Toyo Merah. Barulah Islam mulai diajarkan dan masyarakat perlahan-lahan merubah keyakinannya. Kemudian didirikan sebuah tempat ibadah kecil seperti langgar untuk warga beribadah.
Tak lama setelah itu, Pangeran Singosari mendatangkan keponakannya, Raden Sosrokoesoemo, dari Grobogan, Jawa Tengah. Atas perintah dari Keraton Demak, ia dijadikan sebagai bupati di Kuto Toyo Merah yang berubah menjadi Kabupaten Berbek. Dari sana langgar kecil itu dipindahkan ke daerah Bendungan, kemudian bekasnya dijadikan oleh Raden Sosrokoesoemo menjadi sebuah masjid. Masjid itu adalah Masjid Al-Mubarok yang berdiri pada tahun 1754. Seperti yang tertulis di prasasti Sosrokusumo 1 yang terpasang di tembok masjid bagian barat.
Adapun dilihat dari luar Masjid Al-Mubarok ini memiliki tiga bagian utama. Dari gerbang, sudah ditambahi bagian sebagai perluasan masjid berlantai keramik. Tahun 2014 masjid ini mulai di pugar Sayangnya dengan gaya modern saat ini, sehingga dari luar tidak terlihat seperti bangunan kuno dan bersejarah. Namun di masjid ini terdapat yoni, yang dijadikan sebagai jam matahari dengan ditanam besi di atasnya,tapi sekarang jam matahari tersebut tidak berfungsi karena posisi yoni berada di dalam masjid.
Barulah, jika masuk lebih dalam lagi terdapat bagian teras masjid yang berubin hitam. Terakhir, masjid utama yang sebagian besar masih asli interiornya sejak dibangun. Terlihat sekali konsep interior Jawa Kunonya. Namun tidak melepaskan unsur keislamannya. Dimulai dari mimbar, tempat khotib berkhutbah.
Di belakang Masjid terdapat makam – makam kuno di sekitar makam kuno juga terdapat umpak katanya umpak itu adalah umpak masjid dulu sebelum di bangun ulang, selain itu terdapat lingga, bata kuno, ambang pintu,dan gentong di Depan pintu masuk Makam Kanjeng Jimat
Penulis : Kuswadi
Sumber : Enslikopedia Islam

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai