
Saat pertama kali dibentuk, kelompok ini terdiri dari 3 personel, yaitu Bagus Dhanar Dhana (Bagus) – vokalis dan bassist, Gabriel Bimo Sulaksono (Bimo) – drummer dan Ricky Dayandani (Miten) – gitaris. Dari perjalanan dekade 90-an tersebut saat ini hanya menyisakan Bagus sebagai personel dan pendiri band yang bertahan. Posisi drummer dan gitaris yang sempat kosong karena ditinggalkan Bimo dan Miten, telah digantikan oleh Eno Gitara Ryanto (Eno) dan Christopher Bollemeyer (Coki). Sama halnya dengan label, dari label arus utama, sekarang mereka berdiri dengan bendera sendiri yakni dengan label bernama Kancut Records.
album ketujuh, dengan materi 7 lagu dan hanya dicetak 7000 keping CD saja. Dengan produksi terbatas, album ini menjadi persembahan khusus bagi para pecinta musik netral. Dan lebih menjadi khusus ketika mereka menjadi produser album sendiri dan mendirikan label bernama Kancut Record. Pada era ini Netral merilis album Hitam, dengan single pertamanya Haru Biru.[1][4] Album ini disertai bonus DVD berisi film tentang pembuatan album.
Pada tahun 2005 pula, sekuel album kedelapan Netral berjudul Putih[1] diluncurkan dengan tembang Sorry dan Terbang Tenggelam.[5] Sejak album-album tersebut, Netral telah merilis albumnya melalui label indie Kancut Records.[6] Selanjutnya, tahun 2007, album 9th diluncurkan oleh Netral dengan hits single Pertempuran Hati dan Cinta Gila.[7] Tahun 2009, album The Story Of diluncurkan dengan single Garuda di Dadaku dan Hari Yang Indah. Tahun 2012, album Unity diluncurkan dengan single Dia dan Senyum, album ini sekaligus menjadi album terakhir dengan menggunakan nama Netral.[8]
Pada tahun 2009, Netral merilis lagu berjudul “Garuda Di Dadaku” sebagai bagian dari soundtrack untuk film berjudul sama. Anggota band ini beberapa kali mengalami kesulitan saat menulis lirik dan merekam lagu.[9] Pada akhir tahun 2009, lirik lagu tersebut diedit dan lagu tersebut diganti namanya menjadi “KPK Di Dadaku” untuk membela lembaga pemerintah pemberantasan korupsi yang pada saat itu sedang bermasalah.[10]
Pada tahun 2015, grup musik ini resmi berganti nama menjadi NTRL dan meluncurkan tembang Sakit Jiwa sebagai hits single dari album 11/12.[11][12][13] Tahun 2018, NTRL merilis album kompilasi XXV.
Penulis : Kuswadi (korlipnas)
Tinggalkan komentar