Salam Nasional Merdeka✊🇲🇨
Hari depan Revolusi kita .
Tudjuan djangka -pandjang dan tudjuan djangka -pendek
Berturut-turut sudah saja djelaskan beberapa persoalan pokok, jang dihadapi oleh Revolusi kita dewasa ini . Kini, setelah sudah saja djelaskan tentang Dasar dan Tudjuan dan Landasan dari pada Revolusi kita itu, masih perlu saja kupas tentang: Hari depan Revolusi kita, serta kekuatan -kekuatan – sosial dari Revolusi kita dan musuh -musuh dan kawan -kawan Revolusi Indonesia.
Apakah hari depan Revolusi Indonesia ?
Hari depan Revolusi kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai wadah berisikan masjarakat adil dan makmur; atau lebih djelas lagi jalah Negara Pantja Sila , jang berisikan masjarakat sosialis, berdasarkan adjaran Pantja Sila , jaitu sosialisme jang di sesuaikan dengan kondisi-kondisi jang terdapat di Indonesia, dengan Rakjat Indonesia, dengan adat- istiadat, watak-wataknja dengan psychologi dan kebudajaan Rakjat Indonesia.
Tentang hari depan ini, para pendengar sekalian, maka Manipol dihalaman 42 (penerbitan chusus no. 76 dari Deppen ) berkata, sebagai landjutan daripada Dasar dan Tudjuan Revolusi kita, demikian :
„ Rakjat dimana -mana dibawah kolong langit ini, tidak mau ditindas oleh bangsa-bangsa lain , tidak mau diexploitir oleh golongan – golongan apapun , meskipun golongan itu adalah dari bangsanja sendiri.
Rakjat dimana -mana dibawah kolong langit ini menuntut kebebasan dari kemiskinan, dan kebebasan dari rasa -takut, baik jang karena antjaman didalam negeri , maupun jang karena antjaman dari luar negeri.
Rakjat dimana-mana dibawah kolong langit ini menuntut kebebasan untuk menggerakkan setjara konstruktif ia pun ja. aktivitet – sosial, untuk mempertinggi kebahagiaan individu
dan kebahagiaan masjarakat.
Rakjat dimana-mana dibawah kolong langit ini menuntut kebebasan untuk mengeluarkan pendapat jaitu menuntut hak -hak jang lazimnja dinamakan demokrasi.
Tuntutan -tuntutan ini keluarnja seperti meledak dalam abad ke- 20, tetapi sebenarnja ia terkandung berabad -abad dalam kalbu, oleh karena tuntutan – tuntutan itu pada hakekatnja adalah tak lain dan tak bukan pengedjawantahan dari pada Budi Nurani Kemanusiaan.
Berabad – abad ia terbenam latent. Berabad-abad ia „ mulek “dalam budi-pekerti Manusia , seperti api didalam sekam. Achirnja ia meledak, setjara revolusioner, setjara historis revolusioner.
Tuntutan – tuntutan Rakjat Indonesia adalah demikian djugalah !”
Salam Merdeka🇮🇩✊

Tinggalkan komentar