Mandor Arab di Tanah Nusantara

Ba’alwi Mudah Dikenali

Selama ratusan tahun para bani Hasyim Syarif-syarif keturunan raja-raja di Nusantara dan para sadah Walisonggo rukun damai saling mencintai dan saling menghormati tidak ada permasalahan nasab, tidak saling merendahkan tidak saling mencaci maki tidak saling serang karena orang orang dulu saling hormat satu sama lain oleh keluarga masing masing.

Setelah ada oknum-oknum kelembagaan Ba’alwi yang di buat oleh Belanda maka para keturunan trah kerajaan banyak menyembunyikan indetitasnya mengganti nama samaran atau dengan gelar daerah masing-masing di Nusantara.

Tujuan para syarif trah kesultanan adalah agar mudah bersosilisasi dengan masyarakat mendidik anak nya ketrunan nya rendah hati. Dan untuk mencari nafkah tidak mengandalkan nasab dan silsilah.

Masuk bekerja diaparatur negara, ada juga pengusaha berdagang, yang terpenting tidak minta-minta kepada mukibin pribumi. Namun sekarang ini banyak kami melihat oknum-oknum ceramah keliling dengan tujuan menjual nasab kemuliaan serta mengemis minta penghormatan masyarakat.

Banyak para syarif trah keturunan kerajaan untuk mencari kehidupan tidak minta-minta setelah kemerdekaan bangsa indonesia, tidak di anggap warga negara asing.

Sehingga pada ahkirnya semua imigran Yaman yang baru datang Alhamdulillah semua di anggap warga negara indonesia juga. Semua itu atas jasa perjuangan orang imigran terdahulu yang datang kenusantara sejak jaman kerajaan serta sudah berasmiliasi.

Data sensus mencatat banyak nya marga Ba’alwi hanya kawain-mawin dengan kelurga nya sendiri. Sehingga nama dan wajah mereka tidak ada banyak perobahan di kalangan mereka, nama atau wajah arab mereka sangat mudah di kenali.

Data mencatat dahulu di Jaman Belanda banyak dari kalangan Ba’alwi di jadikan kepiten Belanda, opas Belanda kapten Belanda, tugas mereka dengan meruap keuntungan rela menangkap menhabisi para pejuang-pejuang Nusantara di kerajaan. Datu-datu kalian mudah diketahui dan data nya bahwa datuk kalian oknum penghianat bangsa negri ini.

Sehingga oknum-oknum yang baru datang, yang sok asli keturunan Nabi SAW (padahal palsu), yang sok paling suci, sungguh tega nya demi untuk harta dan tahta banyak nya korban dari penjajahan yang mereka bela. Ada yang dihabisi ada yang di gantung hingga mayat nya di buang entah kemana kuburnya.

Apakah kalian yang selama ini mengaku-ngaku sebagai dzuriyah asli ini beneran? apakah kalian itu buatan kolonial Belanda sehingga sangat banyak rusak nasab? Bahkan neneknya yang bukan dari istri kerajaan sekarang mengaku turunan syarif. Hanya untuk mencari popoleritas saja?

Apakah sejarah kelam keluarga kalian, di buka secara data dan fakta, dari keturunan oknum-oknum kapeten arab maupun oknum PKI yang merusak tatanan para sadah trah kesultanan di Nusantara??

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai